Unicast, Anycast, Broadcast & Multicast

Unicast adalah salah satu transmisi jaringan point to point (one to one) / jaringan satu ke satu dan data yang dikrimkan hanya pada satu buah client dan jaringan LAN yang digunakan tidak dibebankan pada jenis transmisi jaringan ini.

Anycast adalah sebuah alamat yang dapat dibagi dan dipakai oleh beberapa sistem akhir. Sebuah alamat anycast dapat digunakan untuk mengarahkan sebuah permintaan ke suatu node yang menyediakan layanan tertentu.

Broadcast adalah salah satu transmisi jaringan one to all (satu ke semua). Transmisi broadcast server atau transmitter melakukan transmisi 1 buah jenis data yang sama ke seluruh client atau receiver pada jaringan secara serempak tanpa ada kesepakatan antara server dengan client

Multicast adalah salah satu transmisi jaringan one to many (satu ke banyak) atau jaringan point to multipoint. Pada transmisi Multicast, transmisi 1 buah jenis data yang sama ke beberapa client atau receiver pada jaringan secara serempak dengan kesepakatan antara server dengan client dilakukan oleh server atau transmitter.
• Ciri-ciri dari :
a. RIP (Routing Information Protocol) masuk dalam katagori Distance Vector dalam Dynamic Routing Protocol. RIP dibagi menjadi 2 versi, yaitu versi 1 dan versi 2.
Ciri-ciri :
1. RIP versi 1
– hanya mendukung routing classfull
– tidak terdapatnya info subnet yang dimasukkan dalam perbaikan routing
– tidak mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
– perbaikan routingnya broadcast
2. RIP versi 2
– mendukung baik routing classfull maupun routing classless
– terdapatnya info subnet dimasukkan dalam perbaikan routing
– sudah mendukung VLSM (Variabel Length Subnet Mask)
– perbaikan routingnya multicast
b. OSPF (Open Shortest Path First) adalah linkstate protokol yang dapat memelihara rute pada dinamik network struktur serta beberapa bagian dapat dibangun dari subnetwork.
Ciri-ciri :
– menangani routing jaringan TCP/IP yang besar dan juga membuat hirarki routing dengan cara membagi jaringan menjadi beberapa area yang berbeda.
– menghidupkan adjency, proses flooding, dan perhitungan table routing merupakan proses dasar routing OSPF.
c. EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah protokol IOS yang digunakan hanya untuk router cisco. EIGRP merupakan pengembangan dari IGRP.
Ciri – ciri :
– Satu-satunya protokol routing yang menggunakan route backup.
– konfigurasinya semudah RIP.
– Summarization dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja
– satu-satunya protokol yang dapat melakukan unequal load balancing.
– merupakan kombinasi terbaik dari protokol distance vector dan link state.
– mendukung multiple protokol network (IP, IPX, dan lain-lain).
d. IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) adalah salah satu routing protokol distance vector yang dibuat oleh Cisco. IGRP mengirimkan update routing setiap interval 90 detik.
Ciri-ciri
– secara otomatis dapat menangani topologi yang rumit
– kemampuan untuk ke segmen dengan bandwidth dan delay yang berbeda
– Skalabilitas, untuk fungsi jaringan yang besar
e.BGP (Border Gateway Protocol) merupakan protokol routing inti dari internet yang digunakan untuk melakukan pertukaran informasi routing antar jaringan.
Ciri-ciri :
– BGP adalah Path Vector routing protocol yang dalam proses menentukan rute-rute terbaiknya selalu mengacu kepada path yang terbaik dan terpilih yang didapatnya dari router BGP yang lainnya.
– Routing table akan dikirim secara penuh pada awal dari sesi BGP, update selanjutnya hanya bersifat incremental.
– Router BGP membangun dan menjaga koneksi antar-peer menggunakan port TCP nomor 179.
– Koneksi antar-peer dijaga dengan menggunakan sinyal keepalive secara periodik.
– Kegagalan menemukan sinyal keepalive, routing update, atau sinyal-sinyal notifikasi lainnya pada sebuah router BGP dapat memicu perubahan status BGP peer dengan router lain, sehingga mungkin saja akan memicu update-update baru ke router yang lain.
– Metrik yang digunakan BGP untuk menentukan rute terbaik sangat kompleks dan dapat dimodifikasi dengan sangat fleksibel.
– sistem pengalamatan hirarki dan kemampuannya untuk melakukan manipulasi aliran traffic
– BGP mempunyai routing table sendiri yang memuat informasi prefix-prefix routing yang diterimanya dari router BGP lain
– kita dapat memanipulasi traffic menggunakan attribute-attributenya yang cukup banyak.

http://gardayustisia.blog.com

Tulis sebuah Komentar

You must be logged in to post a comment.
%d blogger menyukai ini: