Work Life – Referensi tentang dunia kerja pada umumnya

*Lima Kunci Sukses Untuk Mengubah Karir

Anda pernah berpikir untuk mengubah karir Anda di tempat kerja yang baru? Jika ya, maka persiapkan diri Anda sebaik mungkin. Robin Ryan, penulis buku What to Do with the Rest of Your Life, seperti dikutip situs Career Builder, mengatakan bahwa mengubah profesi, apapun itu, harus dilakukan dengan pemikiran dan pertimbangan yang matang agar tak menyesal di kemudian hari.

Selanjutnya, masih menurut Ryan, ada lima kunci sukses yang harus diperhatikan jika Anda sedang merencanakan untuk mengubah karir Anda pada saat ini. Kelima langkah praktis ini akan membantu Anda untuk memutuskan apa yang terbaik bagi pengembangan karir Anda.

1. Berpikir Dahulu, Sebelum Bertindak
Untuk mengganti profesi atau pekerjaan Anda saat ini, maka cobalah untu bertanya pada diri Anda sendiri: apakah ingin mengubah karir atau hanya pekerjaan saja. Atau, yang tidak Anda sukai adalah pekerjaan Anda saat ini, atau perusahaannya saja. Pikirkan dengan jelas, apa yang membuat Anda kurang bahagia saat ini. Bisa jadi, Anda pun akan mengalami hal serupa di tempat kerja yang baru.

2. Kenali Bakat dan Kekuatan Anda
Kenalilah dengan baik kekuatan Anda saat ini. Perhatikan dengan jelas, bakat dan kekuatan yang ada dalam diri Anda. Apakah Anda bisa dengan mudah mempengaruhi orang lain? Apakah Anda menyukai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan angka? Atau, apakah Anda lebih menyukai berkomunikasi dengan tulisan, daripada secara langsung dengan orang lain? Pikirkan dengan baik kekuatan utama yang ada dalam diri Anda, lalu manfaatkanlah untuk mengubah karir Anda.

3. Manfaatkan Pengalaman Praktis Anda
Ketika memutuskan untuk mengubah karir, maka ketahuilah secara jelas, apa saja pengalaman Anda yang dapat diaplikasikan pada profesi lain yang Anda incar. Misalnya kemampuan manajerial, komunikasi interpersonal, pengetahuan di bidang komputer, kemampuan menulis laporan, atau manajemen proyek. Pengalaman-pengalaman praktis inilah yang dapat membantu Anda menekuni karir yang baru.

4. Pahami Kualifikasi yang Dibutuhkan
Anda wajib memahami kualifikasi seperti apa yang harus dimiliki untuk jenis profesi yang sedang Anda incar. Misalnya, jika Anda tertarik dengan bidang keuangan, maka latar belakang pendidikan dan pengalaman di bidang tersebut harus Anda kuasai dengan baik. Perlu diingat, untuk memasuki bidang pekerjaan yang benar-benar baru, maka Anda membutuhkan sertifikasi dan pemahaman yang baik agar pekerjaan Anda dapat berjalan sebagaimana mestinya.

5. Bangun Jaringan dan Lakukan Riset
Akan sangat mustahil bagi Anda, jika ingin mengubah karir di bidang jurnalistik, misalnya, tapi pemahaman Anda di bidang tersebut masih sangat minim. Ryan menambahkan, memiliki jaringan pertemanan atau bisnis akan membantu Anda untuk memahami sebuah bidang pekerjaan.Terutama jaringan yang ada hubungannya dengan profesi yang ingin Anda tuju. Kuasai juga “bahasa bisnis” yang dipergunakan di industri yang menjadi incaran Anda, agar lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan baru tersebut.

Hal penting lainnya yang harus dilakukan adalah: temukan jenis pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian Anda. Caranya dengan mencoba untuk bertanya tiga pertanyaan berikut terhadap diri sendiri, yaitu: apa yang Anda inginkan, nilai-nilai seperti apa yang Anda anut, dan apa yang menjadi kekuatan Anda. Jawablah ketiga pertanyaan tersebut, dan berusahalah untuk semakin memahami diri Anda. (ymn/karir.com)

*Melakukan Perjalanan Bisnis yang Menyenangkan

Melakukan perjalanan bisnis ke luar kota terasa mengasyikan bagi sebagian orang. Namun, jangan salah sangka dulu, perjalanan bisnis bukan sebuah liburan. Ingat, Anda adalah wakil dari perusahaan tempat Anda bekerja di kota yang Anda kunjungi. Nah, apa saja yang harus dipersiapkan ketika melakukan perjalanan bisnis ke luar kota? Beberapa tips praktis yang dirilis situs EmploymentSpot dapat Anda jadikan referensi:

1. Berusaha Lebih Teratur
Jika Anda sering melakukan perjalanan bisnis ke luar kota, milikilah sebuah travel bag yang praktis untuk menyimpan berbagai keperluan Anda selama beberapa hari. Tas tersebut harus dapat menyimpan sejumlah busana kerja yang akan Anda gunakan setiap hari dan perlengkapan lainnya. Jangan lupa untuk meyertakan busana santai, dan untuk berolahraga. Siapa tahu, rekan bisnis Anda sering berkunjung ke pusat kebugaran.

2. Agar Tak Merasa Kesepian
Untuk menghilangkan kesepian saat berada di luar kota, cobalah untuk membawa benda-benda yang akan mengingatkan Anda kepada keluarga yang ditinggalkan. Meletakan foto keluarga di samping tempat tidur hotel, misalnya, akan mengingatkan Anda akan orang-orang yang Anda cintai. Membawa serta mug kesayangan Anda, untuk memulai hari dengan secangkir kopi, merupakan cara lain agar Anda merasa selalu berada di rumah.

3. Tetap Berhubungan dengan Kantor Anda
Kirimkan secara rutin laporan-laporan bisnis ke atasan Anda melalui e-mail atau fax. Sertakan juga informasi tentang apa yang telah Anda pelajari dari hasil meeting sebelumnya, atau meminta tanggapan atasan Anda tentang kebijakan yang sudah Anda ambil. Hal ini akan menunjukan bahwa Anda fokus dengan berbagai hal yang menjadi kebutuhan perusahaan.

4. Selalu Kontak Keluarga Anda
Jika Anda meningalkan rumah untuk waktu yang relatif lama, maka pastikan untuk menghubungi orang-orang yang Anda kasihi setiap hari secara teratur. Menanyakan aktifitas anak Anda, misalnya, atau mengucapkan selamat tidur untuk istri Anda, adalah aktifitas intim yang dapat Anda lakukan secara rutin. Dengan demikian, keluarga yang Anda tinggalkan merasa selalu berada dekat di samping Anda.

5. Sisakan Waktu Untuk Anda
Perjalanan bisnis yang panjang memang melelahkan. Maka, siapkan juga waktu khusus untuk melakukan aktifitas lain yang membuat Anda rileks. Mendengarkan musik di kafe hotel, atau mengunjungi pusat kebugaran terdekat, misalnya, akan membantu Anda mengurangi stress akibat kesibukan kerja.

6. Anda Tidak Sedang Berlibur
Anda sedang melakukan perjalanan bisnis. Anda tidak sedang berlibur. Bukan berarti Anda tak boleh menikmati suasana kota tersebut, tetapi tunjukan bahwa Anda adalah wakil dari perusahaan di kota yang sedang Anda kunjungi. Berlakulah sopan terhadap orang-orang di sekitar Anda. Hadirilah setiap pertemuan bisnis yang telah dijadwalkan, dan laporkan setiap perkembangan secara rutin ke atasan Anda.

7. Simpan Kuitansi Anda
Sebelum melakukan perjalanan bisnis, pastikan bahwa Anda telah mendapatkan informasi lengkap dari Divisi HRD tentang berbagai hal. Penggunaan kartu kredit perusahaan, prosedur penggantian biaya tak terduga, hingga biaya reservasi hotel dan akomodasi selama bertugas. Pastikan semua kuitansi yang Anda peroleh disimpan dengan baik, agar dapat digunakan ketika Anda membutuhkannya.

8. Nikmati Perjalanan Anda
Sekalipun waktu Anda sangat tersita dengan berbagai meeting dan aktifitas bisnis lainnya, cobalah untuk selalu berpikir positif. Nikmati semua pertemuan bisnis dengan hati yang gembira, terutama dengan orang yang baru pertama kali Anda temui. Siapa tahu, mereka akan menjadi klien Anda berikutnya. (ymn/karir.com)

*Mendapatkan Pekerjaan Sesuai Impian Anda

Mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan impian kita bukanlah perkara yang mudah. Yang terjadi adalah: seorang sarjana seni, bekerja menjadi Wartawan. Atau, seorang Insinyur pertambangan, berkarir sebagai eksekutif di sebuah bank asing. Begitulah yang terjadi saat ini, ketika profesi telah berbelok jauh melewati latar belakang pendidikan formal seseorang.

Lalu, apa yang seharusnya dilakukan agar bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat Anda? Bagaimana agar mendapatkan bidang profesi yang Anda idamkan? Bagi Anda yang baru mulai berkarir, beberapa tips menarik berikut ini layak Anda disimak.

Memahami Diri Sendiri

Definisikan Sukses Anda. “Kita tak akan mudah untuk menemukan kebahagiaan jika kita tak pernah mendefiniskan kesuksesan seperti apa yang ingin kita raih,” ujar Marlyn Walker, pendiri Right Turn on Red Career Assessment Center, seperti dikutip Yahoo! Hot Jobs. Anda harus mendefinisikan secara jelas standar kesuksesan seperti apa yang akan dicapai. Untuk itulah, kita harus melihat kekuatan dan kelemahan diri kita, dan tentukan kemana kita harus melangkah.

Brainstorm. “Mulailah untuk mengadopsi kesuksesan dari rekan Anda,” tambah Mike Beasley. Undanglah mereka yang Anda anggap sukses, lanjut konsultan pengembangan karir ini, untuk mendiskusikan ide-ide menarik seputar pengembangan karir. Tujuannya agar Anda lebih fokus terhadap perkembangan karir Anda. Dalam beberapa kasus, rekan kerja Anda lebih paham apa yang disukai atau tidak Anda sukai. Pahamilah dan jadikan masukan mereka sebagai referensi.

Uji Diri Anda. Ikuti berbagai assessment test yang ada di berbagai konsultan sumber daya manusia, agar Anda mengerti kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. Test berbasis psikologi tersebut memudahkan kita untuk memahami minat dan bakat, atau faktor-faktor kepribadian lainnya. Dengan demikian, Anda akan mendapatkan gambaran lebih utuh, bagaimana memulai karir sesuai dengan latar belakang psikologis Anda.

Lebih Fokus

Memiliki Target. “Jadilah lebih teratur, dan tuliskan semua ide Anda di atas kertas,” saran Bob Basile dari Career Coaching, Inc. Semua ide yang Anda tuliskan dapat dikumpulkan di “keranjang” ide, dan dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan. Jadikan ide-ide Anda sebagai sebuah target yang harus Anda capai.

Lakukan Riset. Riset akan membantu Anda untuk menentukan kemana akan melangkah. Melalui riset, banyak informasi yang dapat Anda peroleh. Di antaranya profil perusahaan yang ingin Anda lamar, struktur gaji, posisi-posisi yang banyak dicari, dan sebagainya. Media internet dapat Anda gunakan untuk melakukan riset secara murah. Dan, jangan lupa untuk bergabung dengan situs karir.com, agar profil Anda bisa ditemukan dengan mudah oleh perusahaan-perusahaan yang membutuhkan.

Membina Relasi. Bergabunglah dengan berbagai forum komunikasi untuk membina relasi. Mulailah dari orang terdekat Anda, sahabat-sahabat tercinta, sanak-saudara, teman semasa SMA atau ketika masih di universitas, atau gabung di berbagai milis di internet, adalah beberapa cara membina relasi. Tujuannya agar Anda tetap well informed dan bisa memanfaatkan jaringan tersebut untuk mendapatkan berbagai informasi pekerjaan.

Mengirimkan Lamaran. Setelah Anda melakukan berbagai langkah di atas, pastikan untuk segera mengirimkan lamaran. Siapkan surat lamaran Anda, dan pilih posisi yang sesuai dengan minat Anda. Jangan pernah beranggapan bahwa sebuah perusahaan yang tidak beriklan di kolom karir sebuah koran, tidak membutuhkan karyawan baru. Bisa jadi, posisi idaman Anda sedang dibutuhkan pada saat ini, dan mereka belum sempat untuk mengiklankannya. (ymn/karir.com)

*Tahun Baru, Resolusi Baru

Selamat Tahun Baru! Memasuki tahun yang baru, boleh dibilang, beragam resolusi telah Anda pikirkan. Mungkin Anda menginginkan pekerjaan baru, merencanakan untuk meminta kenaikan gaji, atau mendapatkan promosi di tempat kerja Anda. Semua terserah Anda. Tapi, bagaimana membuat resolusi yang baik dan bisa menjadi kenyataan? Apa saja langkah-langkah yang harus Anda tempuh untuk mewujudkannya?

Beberapa tips berikut ini dapat Anda gunakan untuk mewujudkan harapan Anda di tahun 2008.

Miliki Arah yang Jelas
Resolusi harus dihadirkan secara nyata dalam pikiran Anda, jika Anda ingin mewujudkannya. Anda harus jujur dengan apa yang diinginkan. Jika Anda tak jujur dengan apa yang ingin Anda raih, mulailah dengan melihat apa yang telah Anda capai selama ini. Hal ini akan memberikan gambaran yang jelas, di mana posisi Anda pada saat ini.

Selanjutnya, tanyakan ke diri Anda, misalnya, apakah Anda menginginkan fleksibilitas, mengurangi stress, mengganti pekerjaan, atau memiliki tanggung jawab yang lebih? Nah, jawaban Anda akan menentukan kemana Anda harus melangkah.

Buat Langkah yang Harus Ditempuh
Konsultan HRD Terry Wilson-Malam, seperti dikutip Yahoo! Hot Jobs, mengungkapkan bahwa sebuah rencana kerja harus dapat diterapkan secara nyata. “Buat perencanaan yang bisa mendukung target kerja Anda,” tambah Terry. Semua rencana kerja harus diikuti dengan langkah nyata. Fokuskan pada hal-hal kecil yang masuk akal terlebih dahulu.

Katakanlah Anda ingin mendapatkan promosi di kantor Anda. Sudahkah Anda mengevaluasi hasil kerja Anda selama ini, dibandingkan dengan pesaing Anda? Kalau Anda yakin kualitas pekerjaan Anda layak diacungi jempol, mengapa tak membuat langkah-langkah strategis untuk mendapatkan posisi yang diincar? Mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, misalnya, atau meningkatkan kemampuan bahasa asing, mungkin langkah awal yang dapat Anda lakukan.

Tentukan Hasil Akhir
Menentukan hasil akhir dari resolusi yang akan Anda buat sangat penting dilakukan. Akan seperti apa hasilnya nanti? Bagaimana seandainya resolusi tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan? Bagaimana mengantisipasinya? Nah, untuk itu, maka Anda harus memahami secara jelas, bagaimana bentuk akhir dari rencana kerja yang telah disusun. Hal ini akan memberikan gambaran yang jelas, apa yang ingin dicapai dengan target Anda.

Menentukan hasil akhir dari resolusi yang telah Anda buat, akan menggambarkan sejauh mana persiapan yang telah Anda lakukan.

Tetap Fokus
Tetap fokus dengan apa yang menjadi resolusi Anda di tahun baru mutlak diperlukan. Tujuannya agar Anda tak kehilangan arah dengan apa yang telah direncanakan. Jika Anda berada pada sebuah pekerjaan untuk waktu yang relatif lama, maka akan menjadi sangat mudah untuk tak menyukainya. Namun, cobalah untuk mencintai pekerjaan Anda. Dengan lebih fokus pada tujuan, maka akan membantu Anda untuk mewujudkan semua resolusi yang sudah Anda canangkan di tahun 2008 ini. (ymn/karir.com)

*Kebiasaan Buruk yang Dibenci Atasan Anda

Dunia kerja yang kompetitif menuntut banyak hal. Di samping profesionalisme kerja yang tinggi, sebagai seorang bawahan, Anda dituntut untuk menciptakan kebiasaan positif di lingkungan kerja Anda. Tujuannya agar tercipta iklim kerja yang kondusif. Apa saja kebiasaan-kebiasaan yang kurang disukai oleh atasan Anda? Bagaimana cara Anda menyikapinya?

Berikut ini kami tampilkan, apa saja kebiasaan buruk, seperti dirilis situs Ask Men, yang kurang disukai oleh atasan Anda :

Tak Ada Inisiatif
Kesibukan yang padat dan banyaknya meeting di luar kantor, seringkali membuat atasan Anda tak memiliki waktu untuk menjelaskan detail pekerjaan kepada Anda. Sebaiknya, jangan menunggu hal itu terjadi. Sebagai seorang profesional, Anda seharusnya memiliki inisiatif untuk mempelajari detail pekerjaan yang menjadi tugas Anda. Dengan inisiatif yang tinggi, atasan akan melihat kesungguhan kerja Anda.

Kurangnya inisiatif akan mengurangi kepercayaan atasan terhadap Anda. Secara tak langsung, Anda telah menunjukan impresi negatif. Cobalah tunjukan bahwa Anda telah membawa kemajuan dan keseriusan terhadap pekerjaan Anda.

Terlalu Banyak Inisiatif
Inisiatif yang berlebihan juga tak disukai oleh atasan Anda. Jadi, berhati-hatilah dengan hal tersebut. Maksud hati ingin menunjukan kesan seorang pekerja keras, malah akan menunjukan kesan kurang efisien. Banyak di antara kita yang sering melakukan hal tersebut. Misalnya, menambah grafis warna-warni dari sebuah tugas kantor, yang seharusnya tak perlu dilakukan. Atau menyisipkan video film kesayangan pada materi presentasi mingguan.

Terlalu banyak inisiatif ketika mengerjakan sebuah tugas penting, dapat memberikan celah untuk memasuki wilayah kerja orang lain. Anda mungkin terlena dengan ide liar yang tak terkendali itu, dan akhirnya melupakan struktur organisasi perusahaan Anda. Jadi, mengapa membuang waktu Anda dengan mengerjakan sesuatu yang berlebihan?

Banyak Alasan
Terlalu banyak alasan adalah kebiasaan yang paling tak disukai oleh atasan Anda. Seandainya Anda membeberkan alasan kepadanya, ini berarti Anda telah mengabaikan beberapa tanggungjawab yang telah diberikan. Kesan yang timbul adalah: Anda sedang berusaha untuk mempertahankan diri dengan sejuta alasan.

“Laporan penjualan tak dapat saya kerjakan pada hari ini, karena komputernya bermasalah. Saya telah menghubungi Departemen IT, tapi belum mendapat respons”. Banyak lagi alasan lain yang dapat disebutkan.

Sebuah “alasan” sering menciptakan banyak masalah baru, dan tidak menjawab masalah yang sebenarnya, yaitu kesalahan Anda. Benar atau tidaknya alasan Anda, kesan yang kemudian muncul adalah: Anda tak becus mengerjakan tugas yang diberikan. Sadari dan perbaiki kekeliruan yang telah Anda lakukan, jangan berargumen tanpa niat baik untuk menyadari kesalahan Anda.

Sering Mengeluh
Anda sering mengeluh masalah pekerjaan dengan rekan kerja atau atasan Anda? Jangan pernah melakukannya lagi. Mengeluh adalah kebiasaan buruk yang akan merugikan diri Anda. Keluhan berbeda dengan kritikan. Keluhan lebih bersifat subyektif , dan setiap orang dapat melakukannya. Sedangkan kritikan lebih bersifat membangun, karena bertujuan untuk mengoreksi sesuatu yang dianggap salah. Mengeluh di hadapan kekasih, atau menuliskannya di blog pribadi Anda, adalah pilihan yang bijak.

Terlalu Banyak Bertanya
Tak ada yang salah dengan menanyakan sesuatu kepada orang lain. Anda memang membutuhkan instruksi yang jelas, sebelum menggarap setumpuk tugas kantor. Namun, terlalu banyak bertanya, apalagi menanyakan pertanyaan yang kurang cerdas, akan membebani dan menghabiskan waktu atasan Anda. Pada gilirannya, atasan Anda akan berpikir dua kali untuk memberikan tugas penting kepada Anda. Kalau sudah begini, jangan berharap terlalu banyak untuk dipromosikan. (ymn/karir.com)

Sumber : http://www.karir.com

 

Tulis sebuah Komentar

You must be logged in to post a comment.
%d blogger menyukai ini: