Mikrotik DHCP Server

Untuk membuat DHCP Server diperlukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Membuat address pool dan menentukan IP Range
2. Mengaktifkan DHCP server.

Sedangkan untuk membuat Internet Gateway Server, inti langkahnya adalah melakukan masquerading yang akan melewatkan paket-paket data ke user.

Berikut ini adalah gambaran dari network dan servernya :

1. Mikrotik di install pada CPU dengan 2 ethernet card, 1 interface utk koneksi ke internet, 1 interface utk konek ke lokal.

2. IP address :
– gateway (mis: ADSL modem) : 192.168.100.100
– DNS : 192.168.100.110
– interface utk internet : 192.168.100.1
– interface utk lokal : 192.168.0.1

Untuk memulainya, kita lihat interface yang ada pada Mikrotik Router

[admin@Mikrotik] > interface print
Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500
[admin@Mikrotik] >

kemudian set IP address pada interface Mikrotik. Misalkan ether1 akan kita gunakan untuk koneksi ke Internet dengan IP 192.168.100.1 dan ether2 akan kita gunakan untuk network local kita dengan IP 192.168.0.1

[admin@mikrotik] > ip address add address=192.168.100.1 netmask=255.255.255.0 interface=ether1

[admin@mikrotik] > ip address add address=192.168.0.1 netmask=255.255.255.0 interface=ether2

[admin@mikrotik] >ip address print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 192.168.100.1/24 192.168.100.0 192.168.100.255 ether1
1 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.255 ether2
[admin@mikrotik] >

Setelah selesai Barulah kita bisa melakukan setup DHCP server pada Mikrotik.

1. Membuat address pool

/ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.0.2-192.168.0.100
/ip dhcp-server network add address=192.168.0.0/24 gateway=192.168.0.1

2. Tentukan interface yang dipergunakan dan aktifkan DHCP Server.

/ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool enable 0

[admin@mikrotik] > ip dhcp-server print
Flags: X – disabled, I – invalid
# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP
0 dhcp1 ether2

sampai tahap ini, DHCP server telah selesai untuk dipergunakan dan sudah bisa di test dari user.

Langkah Selanjutnya adalah membuat internet gateway, Misalnya IP ADSL Modem sebagai gateway untuk koneksi internet adalah 192.168.100.100 dan DNS Servernya 192.168.100.110, maka lakukan setting default gateway dengan perintah berikut :

[admin@mikrotik] > /ip route add gateway=192.168.100.100

3. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers

[admin@mikrotik] > ip route print

Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,
C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf
# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 ADC 192.168.0.0/24 192.168.0.1 ether2
1 ADC 192.168.100.0/24 192.168.100.1 ether1
2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.100.100 ether1
[admin@mikrotik] >

Lanjutkan dengan Setup DNS

[admin@mikrotik] > ip dns set primary-dns=192.168.100.110 allow-remoterequests=no

[admin@mikrotik] > ip dns print
primary-dns: 192.168.100.110
secondary-dns: 0.0.0.0
allow-remote-requests: no
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 16KiB

[admin@mikrotik] >

4. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain

[admin@mikrotik] > ping yahoo.com

216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms
10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms

[admin@mikrotik] >

Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.

5. Setup Masquerading, ini adalah langkah utama untuk menjadikan Mikrotik sebagai gateway server

[admin@mikrotik] > ip firewall nat add action=masquerade outinterface=ether1chain: srcnat

[admin@mikrotik] >

[admin@mikrotik] ip firewall nat print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
0 chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
[admin@mikrotik] >

Selesai, tinggal test koneksi dari user. seharusnya dengan cara ini user sudah bisa terhubung ke internet.

Cara ini memang cara yang paling mudah untuk membuat user dapat terhubung ke internet, namun tingkat keamanannya masih rendah dan diperlukan pengaturan firewall. Mudah-mudahan saya bisa membahasnya dilain waktu.

taken from http://www.vavai.com

11 Comments

  1. Posted Agustus 25, 2007 at 11:41 pm | Permalink

    Mas, kalau bisa link ke vavai.com-nya dibuat hidup. Lebih bagus lagi kalau langsung merujuk ke artikel asli. Dengan demikian, adalah penghargaan pada pembuatnya.

    Kalau ditulis tanpa link, itu juga paling bawah dan kecil kesannya kok jadi kurang bagus.🙂.

  2. Posted Agustus 30, 2007 at 12:28 pm | Permalink

    mas maaf ya gw nyontek tapi ini kurang lengkap lo

  3. Posted Desember 12, 2007 at 1:37 pm | Permalink

    wakssssssssss

  4. Posted Januari 28, 2008 at 7:20 am | Permalink

    Wah membantu sekali

    http://www.warungdigital.com

  5. Posted Oktober 12, 2008 at 8:54 pm | Permalink

    artikelnya bagus tuh, tapi emang benar kata vavai, harusnya disertakan sumber artikel dengan link permanentnya,

  6. Posted November 12, 2008 at 4:17 pm | Permalink

    Pingin mencoba mas

  7. m.dede
    Posted Desember 22, 2008 at 7:34 pm | Permalink

    betul kata mas Vavai😉

  8. iful
    Posted Februari 2, 2009 at 9:07 pm | Permalink

    lumayan… oleh tambahan, trims mas yah…..
    tapi kalau dari winbox gimana ya mas?

    trims semoga tambah ilmu.

  9. Posted Juli 29, 2009 at 8:06 am | Permalink

    mas klu cuma nentuin dns dan g pke ip pool serta gateway gman? lalu set untuk konek internet gmn?
    klu bs bls di email ku?
    trims ya

  10. didik
    Posted Januari 28, 2010 at 8:09 am | Permalink

    sangat membantu saya sekali…..
    cz skrg sya tidaK BINGUNG lagi u/ setting dhcp pada mikrotik

  11. Posted Maret 5, 2010 at 9:30 am | Permalink

    mmmhh,,,, variasi.a mna >?>>>>>>


2 Trackbacks/Pingbacks

  1. […] https://yoyok.wordpress.com/2007/08/21/mikrotik-dhcp-server/ […]

  2. […] Mikrotik DHCP Server The dude network monitoring dari mikrotik […]

Tulis sebuah Komentar

You must be logged in to post a comment.
%d blogger menyukai ini: