Resume Center – Cara terbaik membuat resume

*Resume yang Membuat Anda Diperhitungkan

Resume adalah media yang berperan penting dalam sebuah proses mendapatkan pekerjaan. Ketika banyak perusahaan yang berusaha mendapatkan kandidat yang tepat untuk mengisi posisi tertentu, resume adalah dokumen paling berharga, untuk mencari dan menyeleksi ratusan kandidat yang potensial. Resume yang baik akan membangun hubungan emosional antara pihak perusahaan dan pencari kerja.

Jika yang Anda kirimkan adalah resume yang dapat memicu si pembaca untuk menghubungi Anda, maka bisa dipastikan, resume Anda akan menjadi daftar pertanyaan pembuka dari si pewawancara. Bagaimana membuat resume yang dapat menimbulkan rasa ingin tahu, dan memotivasi si pembaca untuk menghubungi Anda? Inilah tantangannya. Empat alternatif berikut ini, seperti dikutip situs Career Strides, dapat membantu Anda untuk menciptakan resume yang profesional.

1. Sesuaikan dengan Pola Pikir Si Pembaca
Sekalipun resume adalah “cerita” tentang diri Anda, namun pastikan bahwa fokus dari resume tersebut lebih tertuju pada apa yang diinginkan pihak perusahaan. Maka, buatlah resume yang dapat memuaskan kebutuhan si pembaca, dan mampu untuk mengatasi masalah-masalah yang tengah dihadapi oleh perusahaan yang akan merekrut Anda.

Benar, kita tak mungkin membuat resume yang sesuai dengan keinginan si pembaca, namun hal-hal yang menjadi fokus pihak perusahaan dapat kita jadikan pegangan. Di antaranya: kebutuhan untuk mendapatkan karyawan yang produktif, dapat mencapai target yang ditetapkan, memiliki etos kerja yang positif, dan memiliki komunikasi interpersonal yang baik. Tema inilah yang harus diungkapkan pada resume Anda.

2. Hati-hati dengan Susunan Kalimat
Pemilihan kalimat yang tepat akan membuat resume Anda lebih menjual. Misalnya, kalimat mengurangi biaya operasional hingga 50%, akan lebih baik jika diganti dengan: memotong biaya operasional hingga 50%. Pemilihan kata atau kalimat yang tepat akan menciptakan “kekuatan” pada resume Anda, yang membuat si pembaca akan terkesan dengan apa yang Anda tuliskan.

Jika resume Anda sama saja dengan tumpukan resume lain yang ada di meja si pembaca, maka jangan harap Anda akan dihubungi untuk diwawancarai. Namun, jika resume Anda disusun dengan pemilihan kalimat yang tepat, maka akan lebih tertanam di benak si pembaca. Dan, peluang Anda untuk mengikuti proses seleksi selanjutnya akan lebih besar.

3. Memiliki Pesan yang Konsisten
Jangan pernah mau menjadi apa pun yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan. Pastikan, Anda mengirimkan resume dan menuliskan secara jelas apa posisi yang Anda inginkan. Misalnya, jika Anda seorang CEO, jangan menambahkan pernyataan bahwa Anda juga bersedia menjadi seorang Marketing Manager. Atau, jika Anda seorang Sales Manager, jangan tunjukan bahwa Anda juga ingin menjadi Customer Service, misalnya. Pesan yang konsisten menunjukan bahwa Anda adalah pribadi yang fokus dan konsisten.

4. Tetapkan Nilai Jual Anda
Fokuskan resume Anda tidak saja pada apa yang telah Anda kerjakan, tetapi juga sebaik apa Anda melakukan tanggung jawab tersebut. Hal ini akan menunjukan kualitas Anda, dibandingkan dengan kandidat lainnya. Resume yang dapat membuat si pembaca merasa perlu untuk mewawancarai Anda, akan membuat Anda berbeda. Untuk itu, tetapkan nilai jual Anda secara hati-hati di resume Anda. (ymn/karir.com)

*Resume yang Baik, Tingkatkan Nilai Jual Anda

Sering kecewa karena selalu gagal mendapatkan penawaran gaji sesuai harapan? Jangan putus asa. Coba lihat kembali resume Anda. Mungkin harus diedit lagi agar dapat membantu menaikan nilai jual Anda. Banyak pencari kerja percaya, bahwa melakukan negosiasi gaji baru dilakukan di akhir proses seleksi. Padahal, resume Anda merupakan langkah awal yang akan menjelaskan nilai jual Anda.

Secara tak langsung, sebuah resume yang baik dapat menaikan kisaran gaji Anda hingga batas optimal. Namun, resume dapat juga menurunkan nilai jual Anda pada titik terendah seandainya tidak bisa menjelaskan secara gamblang kualifikasi dan pengalaman yang Anda miliki. Resume yang baik akan memberikan kesan pertama yang positif, termasuk di dalamnya tentang nilai jual Anda.

Lalu, bagaimana cara terbaik agar resume yang dibuat dapat menaikan nilai jual Anda? Deborah Walker, kolumnis di situs Quint Careers, memberikan tiga alternatif yang harus Anda perhatikan saat mempersiapkan sebuah resume:

1. Tunjukan Anda Adalah Orang yang Menguntungkan Bagi Perusahaan
Banyak pencari kerja yang selalu berorientasi pada hasil, ketika ditanyakan tentang kemampuannya dan tanggung jawabnya pada pekerjaan terdahulu. Namun, mereka sering gagal menunjukan bukti nyata dari apa yang sudah dikerjakan. Kesuksesan dari setiap pekerjaan terdahulu, apa pun itu, dapat dihitung nilainya. Itulah yang dapat menaikan nilai jual Anda kepada perusahaan.

Kesuksesan Anda untuk melampaui target penjualan bulanan hingga 50%, misalnya, di tempat kerja terdahulu, dapat Anda jadikan bukti konkrit, bahwa Anda layak untuk mendapatkan remunerasi yang layak. Di samping nilai-nilai berupa angka yang dapat diukur, hal penting lainnya adalah hasil kerja kualitatif, misalnya luasnya networking yang sudah Anda kembangkan, atau efektifnya tim kerja yang Anda kembangkan di tempat kerja terdahulu untuk mencapai target perusahaan.

2. Jelaskan Betapa Luasnya Pengalaman Anda
Satu hal penting yang harus Anda perhatikan adalah: tunjukan betapa luasnya networking dan pengalaman yang Anda miliki, bukan sudah berapa lama Anda telah bekerja. Keduanya merupakan hal yang berbeda, karena lamanya seorang kandidat bekerja tak berarti dia memiliki pengalaman yang dapat diandalkan.

Cara terbaik untuk menunjukan betapa luasnya pengalaman Anda adalah, dengan menunjukan pemahaman yang luas terhadap industri di mana Anda kuasai dengan baik. Dan, kemampuan untuk beradaptasi secara baik di industri yang baru, seandainya Anda berasal dari industri yang berbeda dengan perusahaan yang Anda lamar saat ini.

3. Buat Pembaca Resume Anda Penasaran
Banyak pencari kerja sering beranggapan, bahwa fungsi sebuah resume hanya sebatas memberi informasi tentang kualifikasi dan pengalaman yang dimiliki. Padahal, yang terpenting dari sebuah resume adalah untuk membuat si pembacanya tertarik dan ingin mengetahui lebih jauh tentang diri Anda.

Resume yang terlalu bertele-tele menyajikan informasi tentang diri Anda akan menghilangkan ketertarikan dari si pembaca. Informasi yang seimbang pada resume Anda lebih menarik, dan akan membuat si pembaca penasaran dan menghubungi Anda untuk sebuah sesi wawancara. Nah, disitulah tugas Anda untuk menjelaskan secara detail kualifikasi dan pengalaman yang dimiliki. (ymn/karir.com)

*Cara Praktis Mendistribusikan Resume Anda

Lelah menunggu panggilan kerja yang tak kunjung datang? Coba diingat-ingat kembali, siapa tahu, Anda salah mendistribusikan secara tepat resume yang telah dibuat. Jika ini yang terjadi, resume Anda tak pernah sampai pada orang yang tepat. Dan, bisa dipastikan, peluang Anda untuk mendapatkan peluang kerja akan berlalu begitu saja. Berikut ini beberapa tips praktis tentang cara efektif mendistribusikan resume Anda.

Kirimkan Resume Secara Online
Ingin cara termudah untuk mendapatkan pekerjaan? Situs karir.com adalah tempatnya. Kalau Anda belum bergabung, segera daftarkan diri Anda sekarang juga untuk mendapatkan beragam fasilitas interaktif yang tersedia. Mencari pekerjaan pun akan semakin gampang. Begitu juga dengan resume Anda, akan dengan mudah ditemukan oleh berbagai perusahaan yang mencari kualifikasi seperti yang Anda miliki.

Manfaatkan Iklan Koran
Banyak sekali informasi lowongan kerja yang terdapat di koran lokal maupun yang berskala nasional. Namun, sebelum mengirimkan resume Anda, carilah informasi tentang perusahaan yang akan Anda lamar terlebih dahulu. Mulai dari profil perusahaan hingga produk dan layanannya. Tujuannya agar informasi yang Anda tuliskan pada resume Anda lebih lengkap dan detail.

Kirimkan Sebanyak Mungkin
Banyak perusahaan yang tak mengiklankan lowongan kerjanya di media cetak. Cobalah untuk mengakses situs perusahaan tersebut di internet, lalu pilih kategori “Career” atau “Job Vacancy“. Bisa jadi, posisi idaman Anda sedang dibutuhkan. Saat ini internet telah dimanfaatkan oleh ribuan perusahaan untuk berbagai keperluan. Termasuk mencari kandidat yang berkualitas. Jadi, mengapa tak segera mengirimkan resume Anda melalui situs perusahaan tersebut?

Berkunjung ke Bursa Kerja
Bursa kerja, atau apa pun namanya, selalu menarik untuk dikunjungi. Bursa kerja menawarkan banyak peluang yang dapat Anda manfaatkan untuk mendistribusikan resume Anda secara langsung. Beberapa perusahaan, bahkan langsung melakukan wawancara secara langsung di booth mereka. Nah, untuk itu, jangan lupa untuk menyiapkan sebanyak mungkin resume Anda ketika berkunjung ke bursa kerja.

Gunakan Jaringan Pertemanan
Anda memiliki jaringan pertemanan yang besar? Mengapa tak mencoba memanfaatkan jaringan tersebut? Banyak informasi lowongan kerja yang hanya beredar terbatas di lingkungan internal sebuah perusahaan. Maka, jangan malu untuk menanyakan peluang tersebut kepada teman Anda. Biasanya, seperti yang dituliskan Alia Torvik di situs Career Builder, melalui jaringan pertemanan, Anda akan mendapatkan akses langsung ke orang yang tepat untuk mengirimkan resume Anda

Lebih Praktis dengan Email
Tidak bisa dipungkiri, email adalah cara paling cepat dan murah untuk mengirimkan resume ke berbagai perusahaan secara praktis. Tak perlu repot, dalam hitungan detik, resume Anda sudah sampai ke alamat pengirim. Ketika mengirimkan email, jangan lupa untuk menyertakan nama lengkap dan posisi yang Anda lamar pada subject email. Hal ini akan membantu si penerima untuk mengarsip file Anda. Jangan menggunakan alamat email pribadi, seperti ciplukz_girls@yahoo.com atau badboys@hotmail.com. Anda akan terlihat kurang profesional. Sebaiknya, gunakan alamat email yang menggunakan nama Anda secara jelas.
(ymn/karir.com)

*Sudahkah Resume Anda Ditulis dengan Benar?

Bosan dengan pekerjaan Anda saat ini? Atau, Anda ingin mencari peluang kerja baru yang lebih dinamis dan menantang? Awal tahun seperti ini adalah saat yang tepat untuk melakukan hal tersebut. Tapi, sudahkan Anda me-review kembali resume Anda? Pasalnya, sebuah resume yang bagus harus memberikan informasi berharga tentang Anda dan kualifikasi yang dimiliki pada saat ini.

Untuk membantu Anda mempersiapkan resume yang benar, maka ada baiknya Anda menyimak beberapa tips berikut ini :

Resume yang Kurang Baik
Resume yang tidak disiapkan secara baik akan menyertakan informasi yang kurang jelas, seperti “bekerja di posisi yang membuat saya berkembang”, atau memuat hal kurang penting, seperti kesukaan Anda terhadap olahraga Badminton, keikutsertaan Anda di partai politik tertentu, atau bergabung dalam afiliasi budaya lokal.

Hal-hal pribadi seperti ini, di samping tak begitu penting untuk diungkapkan, pada akhirnya akan menimbulkan kesan subyektif yang negatif. Informasi tersebut belum saatnya untuk Anda informasikan. Hal kurang baik lainnya adalah, melebih-lebihkan kualifikasi yang Anda miliki, mengatakan bahwa Anda adalah seorang “ahli di bidangnya”, atau menyertakan nomor telepon kantor Anda. Lebih sopan jika Anda hanya menuliskan nomor handphone Anda, misalnya.

Resume yang Baik dan Menjual
Sebuah resume yang baik, seperti dikutip jurnal How To Write A Resume, harus secara jujur menunjukan bahwa Anda mampu menyelesaikan berbagai masalah bisnis yang pernah terjadi. Anda adalah seorang komunikator yang baik, dan dapat mengelola secara benar manajemen proyek dan teknis pelaksanaanya.

Resume yang Anda siapkan haruslah singkat dan padat. Namun, jika posisi yang Anda inginkan adalah di level manajerial, maka resume Anda siapkan sebaiknya lebih detail menjelaskan kualifikasi yang dimiliki.

Cari Tahu, Apa yang Diinginkan oleh Perusahaan
Ada beberapa hal penting yang ingin diketahui oleh pihak perusahaan, saat membaca sebuah resume. Di antaranya adalah: resume tersebut harus mendefinisikan secara jelas, tingkat pencapaian dari si kandidat dalam perkembangan karirnya, kemampuannya dalam hal memecahkan masalah, mengelola proyek, efisiensi waktu, komunikasi yang efektif, dan dapat bekerjasama dalam kelompok.

Halaman pertama dari sebuah resume, jika dituliskan dengan baik dan jelas, akan menarik minat orang yang membacanya, dan membuat mereka ingin terus membaca. Namun, seandainya isi dari resume tersebut kurang menarik dan terstruktur, jangan harap Anda akan lolos pada tahap tersebut.

Selanjutnya, resume yang menarik adalah yang menyajikan secara jelas, tanggung jawab Anda ketika menduduki jabatan terakhir. Jika Anda terlihat fokus dengan tanggung jawab yang dibebankan, maka Anda akan masuk dalam daftar pelamar yang diperhitungkan. Kesempatan untuk mengikuti proses seleksi selanjutnya akan terbuka lebar untuk Anda.

Satu hal yang harus Anda pahami ketika menulis resume adalah, pihak perusahaan tak memiliki banyak waktu untuk membaca resume Anda secara detail. Jika resume Anda kurang jelas, tidak fokus, dan bertele-tele, maka tidak akan menarik minat mereka untuk terus membaca. Sepuluh detik pertama ketika membaca resume Anda adalah saat yang paling krusial, dan akan menentukan: Anda layak dipertimbangkan atau tidak. Nah, sudahkah Anda me-review kembali resume Anda? (ymn/karir.com)

*Menulis Resume, Apa yang Harus Diperhatikan?

Apakah Anda sering kecewa, karena berkali-kali mengirimkan surat lamaran ke berbagai perusahaan tapi tak satu pun yang memberi respons? Jangan putus asa. Cobalah me-review kembali resume Anda, siapa tahu usaha Anda akan segera membuahkan hasil. Nah, berikut ini adalah beberapa kiat penulisan resume, seperti dirilis jurnal How To Write A Resume, yang dapat dijadikan referensi.

Ringkas dan Jelas
Resume yang Anda tulis haruslah ringkas dan mudah dibaca. Jangan menuliskan resume Anda dengan gaya bahasa yang bertele-tele, atau membesar-besarkan kualifikasi yang Anda miliki. Hal ini akan merugikan Anda, dan akan menimbulkan pertanyaan dari pihak perusahaan yang bakal meng-hire Anda. Sebaiknya, berikan penekanan pada kalimat yang dianggap penting untuk menjelaskan secara jelas kualifikasi yang Anda miliki.

Hindari Kesalahan Gramatikal Perhatikan penggunaan tata bahasa yang baik saat menulis resume Anda. Usahakan untuk menghindari berbagai bentuk kesalahan gramatikal, kesalahan ketik, atau penggunaan jenis huruf yang tak lazim, yang justru akan semakin membingungkan si pembaca resume Anda. Akibatnya, peluang untuk mendapatkan panggilan kerja akan tertutup, sekalipun kualifikasi yang Anda miliki cukup baik.

Tetap Fokus
Pada saat penulisan resume, lebih baik Anda tetap fokus pada kualifikasi yang dimiliki pada saat ini. Hindari menuliskan sesuatu yang belum Anda kuasai, atau menuliskan sesuatu yang kurang jelas. Hal tersebut nantinya akan merepotkan Anda sendiri. Cobalah untuk jujur dalam mengungkapkan kualifikasi Anda saat ini, dan gunakan kata-kata yang “menjual”, sehingga membuat Anda kelihatan lebih proaktif.

Menuliskan Kualifikasi Anda
Sebuah resume harus memaparkan secara jelas tentang kualifikasi dan pengalaman yang Anda miliki. Tuliskan jabatan dan nama perusahaan Anda saat ini di posisi teratas, lalu disusul dengan pengalaman kerja Anda di perusahaan sebelumnya.

Jika saat ini Anda adalah seorang Marketing Manager, maka Anda tak perlu lagi menuliskan secara detail kualifikasi Anda beberapa tahun lalu, saat pertama kali bekerja. Jika posisi yang sedang Anda lamar saat ini sama persis dengan jabatan Anda sekarang, maka sebaiknya fokuskan penulisan resume pada jabatan terakhir Anda.

Nama Perusahaan atau Posisi Anda?
Tak ada rumusan pasti tentang mana yang harus didahulukan di resume Anda: jabatan saat ini, atau nama perusahaan tempat Anda bekerja. Anda sendiri yang sebaiknya memutuskan, apa yang ingin Anda tonjolkan pada resume Anda. Jika jabatan yang ingin Anda tekankan, maka Anda harus konsisten dengan hal tersebut.

Apabila yang ditekankan adalah jabatan Anda saat ini, berikut deskripsi tanggung jawab Anda, maka jangan lupa menjelaskan secara singkat tentang perusahaan Anda. Sebaliknya, jika perusahaan Anda sangat terkenal dan memiliki reputasi yang bagus, mengapa tak menonjolkan hal tersebut pada resume yang Anda buat, lalu disusul dengan tugas dan tanggungjawab Anda? (ymn/karir.com)

Sumber : http://www.karir.com

 

About these ads

  1. teresia
    Posted Juni 24, 2008 at 12:37 pm | Permalink

    tolong kasi contoh resume jadi-nya dong, aq bener2 bingung bikinnya

  2. Posted Oktober 20, 2008 at 6:38 am | Permalink

    Mas sory ndagel thitik: Gimana bikin resume yang bisa buat pembacanya bisa langsung nrima kita untuk kerja?, Espesiale buat Perusahaan Gedhe? :D

  3. Nur Haslina
    Posted April 16, 2009 at 10:25 am | Permalink

    Saya hendakkan contoh resume yang boleh saya copy saja

  4. wiwit mijil rahino
    Posted Juni 15, 2009 at 8:31 pm | Permalink

    mohon dikasih contoh resume untuk melamar sebagai distributor resmi sebuah perusahaan pupuk kimia yg pasarnya sudah jelas ada. sedang distribusi di lapangan kekurangan jumlah distributor yg ada krn pembagian wilayah yang terlalu luas. Trims

  5. Posted September 13, 2009 at 10:59 am | Permalink

    yang penting jangan teori aja bos,tp kita juga harus bisa melakukan apa yang kita tulis(resume)..itu tips dari gw,tq

  6. Posted Oktober 22, 2009 at 6:30 pm | Permalink

    salam..tolomg bg contoh resume yg baik ya.
    tq

  7. rifki
    Posted Mei 28, 2010 at 3:20 am | Permalink

    trims atas petunjuknya,.
    mas tlong beri contoh resumnya donk
    tanks

  8. Posted Juni 7, 2010 at 1:00 pm | Permalink

    lain kali bagi cth resume ya…


Tulis sebuah Komentar

You must be logged in to post a comment.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: